Kisah Nabi Muhammad S.A.W ditegur oleh Allah S.W.T karena Seorang Laki-Laki

Diposting oleh Ajuzz pada 15:19, 08-Jun-15  •  Komentar (0)

Siapakah laki laki itu, yang karenanya Nabi yang mulia mendapat teguran dari langit dan menyebabkan beliau sakit ?

Siapakah dia, yang karena peristiwanya Jibril Al Amin harus turun membisikkan wahyu Allah ke dalam hati nabi yang mulia.
Dia tiada lain adalah ‘ ABDULLAH BIN UMMI MAKTUM’ Muadzin Rasulullah.
‘Abdullah bin Ummi Maktum, orang Makkah suku Quraisy.

Dia mempunyai ikatan keluarga dengan Rasululah saw, yakni anak paman Ummul Mu’minin Khadijah binti Khuwailid Ridhwa nullah ‘Alaiha.
Bapaknya Qais bin Zaid, dan ibunya ‘Atikah binti ‘Abdullah.
Ibunya bergelar ” Ummi Maktum ” karena anaknya ‘Abdullah lahir dalam keadaan buta total. ‘Abdullah bin Ummi Maktum menyaksikan ketika cahaya Islam mulai memancar di Makkah.
Allah melapangkan dadanya menerima agama baru itu. Karena itu tidak diragukan lagi dia termasuk kelompok yang pertama-tama masuk Islam.

Sebagai muslim kelompok pertama, ‘Abdullah turut menanggung segala macam suka duka kaum muslimin di Makkah ketika itu.
Dia turut menderita siksaan kaum Quraisy seperti diderita kawan-kawannya seagama, berupa penganiayaan dan berbagai tindakan kekerasan lainnya.

Tetapi apakah karena tindakan-tindakan kekerasan itu Ibnu ummi Maktum menyerah ?
Tidak ! Dia tidak pernah mundur dan tidak lemah iman.
Bahkan dia semakin teguh berpegang pada ajaran Islam dan kitabullah. Dia semakin rajin mempelajari syariat Islam dan sering mendatangi majlis Rasulullah saw.

Begitu rajinnya dia mendatangi majlis Rasulullah, menyimak dan menghafal Al Quran, sehingga setiap waktu senggang selalu diisinya, dan setiap kesempatan yang baik selalu direbutnya.

Bahkan dia cukup ‘rewel’. Namun karena ‘rewel’nya, dia beruntung memperoleh apa yang diinginkannya dari Rasulullah, di samping keuntungan bagi yang lain juga.

Pada masa permulaan tersebut, Rasulullah sering mengadakan dialog dengan pemimpin-pemimpin Quraisy, berharap semoga mereka masuk Islam.

Pada suatu hari beliau bertatap muka dengan ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, ‘Amr bin Hisyam alias Abu Jahl, Umayyah bin Khalaf dan walid bin Mughirah, ayah saifullah Khalid bin walid.
Rasulullah berunding dan bertukar pikiran dengan mereka tentang agama Islam. Beliau sangat ingin mereka menerima dakwah dan menghentikan penganiayaan terhadap para sahabat beliau.

Ketika Rasulullah sedang serius berunding, tiba-tiba ‘Abdullah bin Ummi Maktum datang ‘mengganggu’ minta dibacakan kepadanya ayat-ayat Al Qur’an.
Kata ‘Abdullah,
“Ya, Rasulullah! Ajarkanlah kepadaku ayat-ayat yang telah diajarkan Allah kepadamu!”.

Rasul yang mulia terlengah untuk memperdulikan permintaan ‘Abdullah.
Bahkan beliau agak acuh atas interupsi ‘Abdullah itu Lalu beliau membelakangi ‘Abdullah dan melanjutkan pembicaraan dengan pemimpin Quraisy tersebut.
‘Mudah-mudahan dengan Islamnya mereka, Islam tambah kuat dan dakwah bertambah lancar’, rasulullah berharap.

Selesai berbicara dengan mereka, Rasulullah bermaksud hendak pulang.
Tetapi tiba tiba penglihatan beliau gelap dan kepala beliau terasa sakit seperti kena pukul.

Kemudian Allah mewahyukan firman-Nya kepada beliau :
” Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena seorang buta datang kepadanya, tahukah kamu,
barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran,
lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya.
Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau mereka tidak membersihkan diri (beriman).
Adapun orang yang datang kepadamu dengan bergegas (untuk mendapatkan pengajaran),
sedangkan ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya.
Sekali-kali jangan (begitu)!
Sesungguhnya ajaran Allah itu suatu peringatan.
Maka siapa yanag menghendaki tentulah ia memperhatikannya. (Ajaran-ajaran itu) terdapat di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para utusan yang mulia lagi (senantiasa) berbakti.”
(QS.’Abasa (80) : 1-16)

Enam belas ayat itulah yang disampaikan Jibril Al Amin ke dalam hati rasulullah sehubungan dengan peristiwa ‘Abdullah bin Ummi Maktum.

Sejak hari itu Rasulullah tidak lupa memberikan tempat yang mulia bagi ‘Abdullah apabila dia datang.

Beliau menyilahkan duduk ditempat duduk beliau. Beliau tanyakan keadaannya dan beliau penuhi kebutuhannya. Tidaklah heran kalau beliau memuliakan ‘Abdullah demikian rupa ; bukankah teguran dari langit itu sangat keras!.

Kisah Nabi Muhammad S.A.W & Tsa’labah

Diposting oleh Ajuzz pada 21:17, 07-Jun-15  •  Komentar (0)

Tsa’labah al Anshari adalah seorang abid (ahlul ibadah) yang seringkali disebut sebagai merpatinya masjid Nabi SAW. Sebutan itu muncul karena waktunya banyak dihabiskan di masjid, baik ketika Nabi SAW sedang berada di sana atau tidak ada, baik siang ataupun malam. Karena banyaknya shalat sunnah yang dilakukannya, dahinya sampai membekas seperti lutut unta. Tsa’labah memang seorang sahabat Anshar yang miskin, ia tidak mempunyai ternak... [Baca selengkapnya]

Kisah Nabi Muhammad S.A.W & Wanita Tua II

Diposting oleh Ajuzz pada 11:14, 06-Jun-15  •  Komentar (0)

Kesabaran Rasulullah Ketika Diludahi, Bukan hanya sekali saja Nabi dihina. Bahkan ada seorang wanita tua yang berani mencerca Nabi. Setiap kali Nabi melintas depan rumahnya, kala itu pula si wanita meludahkan air liurnya, “cuh,cuh,cuh.” Peristiwa itu berulangkali terjadi, bahkan hampir setiap hari. Suatu kali, ketika Nabi lewat di depan rumahnya, si wanita tadi tak lagi meludahinya. Bahkan, batang hidungnya saja tak kelihatan pula. Nabi pun... [Baca selengkapnya]

Kisah Nabi Muhammad S.A.W & Wanita Tua

Diposting oleh Ajuzz pada 18:16, 05-Jun-15  •  Komentar (0)

Dikisahkan bahwa ada seorang wanita tua yang sedang melintasi gurun pasir dengan membawa beban barang bawaannya yang cukup berat. Wanita tua itu tampaknya sangat kepayahan, namun demikian dia tetap berusaha untuk membawa barang bawaannya dengan sekuat tenaga. Tidak lama kemudian tampak dari kejauhan, seorang laki-laki muda dengan wajah yang sangat tampan datang menemui wanita tua itu. Laki-laki itu menawarkan diri kepada wanita tua... [Baca selengkapnya]

Kisah Nabi Muhammad S.A.W & Tukang Batu

Diposting oleh Ajuzz pada 17:26, 05-Jun-15  •  Komentar (0)

Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang- orang yang berhalangan dan ada uzur. Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang... [Baca selengkapnya]

Kisah Nabi Muhammad S.A.W Syafa'at II

Diposting oleh Ajuzz pada 16:16, 05-Jun-15  •  Komentar (0)

Sebenarnya, setiap Nabi diberikan doa mustajab oleh Allah. Namun, nabi-nabi sebelumnya telah menggunakan doa tersebut, sebagiannya sebagai senjata pamungkas untuk menghancurkan orang-orang kafir dengan adzab Allah. Adapun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menyimpan doa tersebut sebagai syafaat bagi umatnya, kelak di hari hisab. Rasulullah bersabda: "Setiap Nabi memiliki doa yang mustajab, maka setiap nabi menyegerakan doanya. Dan sesungguhnya aku menyembunyikan doaku sebagai syafa'at bagi... [Baca selengkapnya]

Kisah Syafa'at Nabi Muhammad S.A.W

Diposting oleh Ajuzz pada 16:12, 05-Jun-15  •  Komentar (0)

Tatkala nyawa-nyawa telah dihidupkan kembali, mereka kemudian mencari jasadnya masing-masing. Selama seribu tahun mereka menunggu keputusan Allah SWT sambil duduk, seribu tahun sambil berdiri seribu tahun sambil menengadah terus-menerus, dan seribu tahun sambil menunduk terus-menerus. Mereka pun bertanya, "Ke manakah kita pergi?" Mereka segera dihimpunkan ke Padang Mahsyar. Orang-orang kafir dan berdosa terendam oleh banjir peluhnya sendiri. Di padang mahsyar orang yang mula-mula berusaha ialah Nabi Ibrahim as. Beliau... [Baca selengkapnya]

Kisah Nabi Muhammad S.A.W Menahan Lapar II

Diposting oleh Ajuzz pada 14:11, 04-Jun-15  •  Komentar (0)

Suatu ketika Rasulullah menjadi imam shalat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, “Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.” Mendengar jawaban ini... [Baca selengkapnya]

Kisah Nabi Muhammad S.A.W Berbicara Dengan Iblis

Diposting oleh Ajuzz pada 13:03, 04-Jun-15  •  Komentar (0)

Kisah Nabi Muhammad saw Berbicara dengan Iblis Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bisakah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku." Rasulullah bersabda: "Tahukah kalian siapa yang memanggil? " Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih tahu." Beliau melanjutkan, "Itu iblis, laknat Allah bersamanya." Umar bin Khattab berkata: "Izinkan aku... [Baca selengkapnya]

Nabi Muhammad S.A.W Menangis Karena Wanita

Diposting oleh Ajuzz pada 20:26, 03-Jun-15  •  Komentar (0)

Di kisahkan dari Ali bin Abi Tholib ra : "Suatu hari, aku dan Fatimah melihat Nabi sedang menangis tersedu- sedu. Lalu kami bertanya: ”Ya Rosulullah, apa yang membuatmu menangis seperti ini”. Rosulullah menjawab: ”Di malam Mi’raj, aku melihat sekelompok wanita dari umatku dalam keadaan tersiksa dengan siksaan yang pedih hingga membuatku menangis. Aku melihat perempuan dalam keadaan rambutnya tergantung dan otaknya mendidih. Aku melihat perempuan yang... [Baca selengkapnya]